Apakah Aman Ibu menyusui ketika Sedang sakit?

Produk

Memberikan yang terbaik bagi Sang Buah Hati adalah cita-cita semua ibu. Salah satu pemberian ibu yang tidak ternilai harganya adalah air susu. Tidak ada satu teori pun yang menyanggah pentingnya ASI bagi kesehatan dan tumbuh-kembang anak. Namun, ketika ibu menyusui jatuh sakit, apa yang harus ibu lakukan? Apakah ibu harus berhenti menyusui karena penyakit dapat menular melalui air susu?

Sakit Bukan Halangan

 

Gambar terkait

Menurut Kelly Bonyata dari International Board of Lactation Consultant Examiners, dalam jurnalnya yang berjudul “Should Breastfeeding Continue When Mom is Sick?” disebutkan bahwa ibu dapat terus menyusui walaupun sedang sakit. Hanya beberapa penyakit saja yang mengharuskan seorang ibu untuk berhenti menyusui. seperti HIV/AIDS.

Melarang ibu yang sakit untuk menyusui karena khawatir penyakitnya akan menular pada bayi adalah paradigma lama. Jika ibu menderita penyakit umum, seperti :

  1. flu,
  2. batuk,
  3. pilek,
  4. dan diare.

ibu dianjurkan untuk tetap menyusui. Selain penyakit-penyakit ini tidak dapat menular melalui air susu, pemberian ASI pun dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi untuk melawan penyakit. Bila ibu menghentikan pemberian ASI, justru memperbesar risiko bayi akan tertular penyakit.

Hasil gambar untuk asi

“Ibu yang terserang sakit sebaiknya tetap menyusui karena ASI mengandung zat daya tahan tubuh yang sangat banyak sekali dan justru sangat dibutuhkan bayi untuk membentuk daya tahan sehingga tidak tertular ibunya. Begitu pula untuk ibu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, masih bisa menyusui walaupun sangat bergantung pada kondisi sang ibu tersebut. Bila ibu dalam kondisi kritis atau harus mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu bayi, tidak dianjurkan untuk menyusui,” tambah Dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA, Spesialis Anak RSIA Hermina Jatinegara.

 

Apa Yang Harus Dilakukan?

Ada beberapa hal yang harus ibu menyusui saat sakit, yaitu:

  1. Menggunakan masker apabila flu, batuk, dan pilek, agar memperkecil risiko menulari si kecil.
  2. Rajinlah mencuci tangan
  3. Menghindari bersin dan batuk di dekat si kecil, serta kontak fisik secara langsung.
  4. Menjaga kualitas dan kuantitas makanan bergizi yang diasup
  5. Minumlah banyak air putih, agar ASI tetap lancar
  6. Mintalah bantuan orang lain untuk menjaga si kecil, agar Anda dapat beristirahat dengan cukup.

 

Sumber : motherandbaby

 

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *