Benarkah Jin Bisa Ditangkap?

Pada asalnya, jin tidak bisa dilihat oleh manusia, karena itulah mereka disebut jin [arab: الجن] dari kata: janna – yajunnu [arab: جَنَّ – يَجُنُّ], yang artinya menutupi. Ibnul Faris dalam kamusnya mengatakan,

فالجن سموا بذلك لأنهم مستترون عن الإنس

Jin dinamakan jin, karena mereka tidak terlihat oleh manusia. (Maqayis al-Lughah, madah; janna)

Lalu Allah tegaskan lagi dalam surat Al-A’raf ayat 27 “Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka” Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melihat jin, yaitu pada bentuk mereka yang asli.

Jelas sudah bahwa manusia tidak dapat melihat jin (kecuali dia menjelma) apalagi menangkapnya. Pernah berlaku pada zaman Rasulullah, ketika itu Beliau sedang mengimamkan solat di Masjidil Haram. Tiba-tiba para sahabat melihat Rasulullah seperti mengelak sesuatu dan kemudian seperti memegang atau menangkap sesuatu yang mereka tidak nampak.

Selepas selesai menunaikan solat, para sahabat bertanyakan kepada Rasulullah tentang perlakuan Baginda ketika di dalam solat tadi. Lalu Baginda menerangkan bahawa ketika sedang menunaikan solat tadi, Ifrit telah datang mengganggu Baginda.

Hadits yang menerangkan kisah tersebut ada dalam kitab karangan Imam An-Nasa’i, Al-Sunan Al-Kubra, Kitab As-Sahwu, Bab Al-Akhozu Bi Halqi Asy-syaiton Wa Khonaqhu Fis Solah, no Hadits 551.

Haditsnya berbunyi, “Syaitan telah datang menggangu solatku, lalu aku pegang lehernya dan mencekiknya hingga dapat aku rasakan lidahnya yang sejuk pada tanganku. Jika tidak kerana doa Nabi Sulaiman a.s, niscaya akan aku ikat syaitan itu untuk tontonan kamu.”

Sesungguhnya jin tidak dapat dilihat apalagi ditangkap oleh manusia. Tetapi, berdialog dengan jin melalui perantara dan mengusir jin yang masuk ke dalam tubuh seseorang, merupakan perkara yang benar-benar terjadi.

Janganlah kita mudah mempercayai bahwa ada orang yang mampu menangkap jin apalagi dimasukkan ke dalam botol. Jin yang wujudnya tidak bisa dilihat manusia ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol yang wujudnya terlihat, bisa juga dirasakan. Sungguh sangat mustahil.(Cucu Rizka Alifah)

 

Sumber: konsultasisyariah(dot)com, almanhaj(dot)or(dot)id dan berbagai sumber