Benarkah Memerah ASI dengan Pompa Kurang Dianjurkan?

Pos

Ada Yang bertanya :

1. Ada seorang teman  yang bilang jika memerah ASI (Air Susu Ibu) dengan memakai pompa dapat membuat kapur ASI pecah. Apa maksudnya?Bagaimana cara memerah dengan tangan ?

2.  Setelah memeras ASI, saya tak meyimpannya di freezer, karena memang kami belum punya. Berapa lama ASI tahan dalam suhu kamar?

3. Sebaiknya sekali perah berapa lama waktunya dan biasanya berapa banyak ASI yang didapatkan?

4. Jika bayi sudah berusia 6 bulan, selain makanan tambahan dan ASI (Air Susu Ibu), apa perlukah memberi susu formula ?

5. Adakah makanan yang dipantang selama menyusui?

 

Baca juga: Cara Memerah ASI

 

Jawab:

1. Mungkin ada baiknya jika Ibu bertanya kepada teman Ibu, tentang apa yang dimaksudkan dengan “kapur ASI”. Dalam manajamen laktasi, istilah ini tidak dikenal. Beberapa literatur mengungkapkan bahwa penggunaan pompa dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan jaringan payudara. Penggunaan pompa tidak dianjurkan terutama dengan alasan kebersihan. Bentuk pompa yang berkelok-kelok, membuat kita sulit untuk membersihkannya. Akibatnya kotoran mungkin bertumpuk dan menjadi sarang bakteri. Jadi, ASI yang asalnya sudah steril mungkin menjadi tercemar oleh kotoran ini.

2. Memerah ASI menggunakan tangan memang memerlukan keterampilan dan kesabaran yang lebih, kebersihannya lebih terjamin, dan juga bisa menghasilkan jumlah susu (ASI) yang lebih banyak. Dengan pemerahan menggunakan tangan, biasanya memerlukan waktu sekitar 3 – 5 menit hingga ASI (Air Susu Ibu) keluar lancar.

Tips memerah dengan tangan :

a. Cuci tangan Ibu dengan sabun

b. Bayangkan wajah bayi anda Ibu, untuk merangsang hormon yang mempengaruhi produksi  susu.

c. Letakkan ibu jari di atas puting, berdekatan dengan tepi areola dan jari tengah serta telunjuk  di bawah, berdekatan dengan tepi areola.

d. Tekankan bagian areola, kemudian dengan pelahan-lahan tekan ibu jari secara bersama, sambil sedikit ditarik.

e. Arahkan aliran ASI ke dalam gelas penampung yang bersih.

f. Ulang beberapa kali untuk mengosongkan payudara.

g. Perah setiap sisi payudara selama 5 – 10 menit secara bergilir.

3. Ibu yang sudah terampil, biasanya dapat memerah susu selama 15-20 menit dari tiap sisi payudara. Setelah berlatih selama 2 minggu, produksi sebelah payudara akan berkisar dari 70 – 90 ml. ASI pada suhu kamar dapat bertahan 10 – 12 jam. Jika  ada warna kecoklatan, jangan khawatir, karena itu adalah proses enzim biasa (browning).

4. Setelah 6 bulan, selain makanan pendamping, teruskan pemberian ASI (seperti anjuran Qur’an dan juga WHO). Susu formula sama sekali tidak diperlukan, karena ASI jauh lebih unggul dalam semua hal, termasuk nilai nutrisi maupun kekebalan yang disediakan.

5. Tidak ada pantangan khusus, tetapi sebaiknya hindari makanan yang ekstrim seperti yang pedas atau berbau. Makanan yang seimbang dan bergizi, akan memenuhi kebutuhan ibu menyusui. Ingat 98% ibu bisa menyusui dengan sempurna, tergantung cara kita mengelola.

 

sumber : ummi-online.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *