Bolehkan Ibu Hamil Menyusui Menurut Pandangan Islam dan Medis

Produk

Bolehkan Ibu Hamil Menyusui Menurut Pandangan Islam dan Medis – Hamil, merupakan sebuah anugerah luar biasa yang didapatkan oleh seorang wanita yang sudah menikah. Kehamilan bisa terjadi kapan saja, sekalipun dalam kondisi masih menyusui anak pertamanya.

Biasanya para ibu hamil yang masih menyusui memilih untuk mengganti ASI dengan susu formula meskipun usia si bayi belum genap 6 bulan. Bahkan beberapa juga ada yang memilih untuk mensapihnya.

Padahal jika di ingat kembali, seorang bayi harus mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan untuk meningkatkan sistem kekebaln tubuhnya. Iya, ASI atau air susu ibu ini adalah makanan pokok bagi bayi yang baru lahir hingga memasuki usia 6 bulan.

Setelah usia 6 bulan ASI bisa digantikan dengan makanan lain yang pastinya ngandung segudang nutrisi dan aman dikonsumsi oleh bayi. Bukan tanpa alasan keputusan para ibu hamil untuk berhenti memberikan ASI kepada anaknya tidak lain lantaran khawatir akan pertumbuhan jabang bayi yang sedang dikandungnya.

Lantas bagaimana pandangan Islam dan dunia media tentang ibu menyusui dalam kondisi hamil? Beberapa orang mengatakan jika menyusui dalam kondisi hamil sangatlah berbahaya bahkan hal tersebut bisa berdampak buruk untuk tumbuh kembang janin yang dikandungnya sampai mengalami keguguran.

Walau kedengarannya sangat berbahaya, Tetapi demikian hal tersebut belum dipastikan kebenarannya. Bahkan menurut pandangan Islam wanita yang tengah hamil kemudian ia menyusui anak pertama hukumnya adalah wajib.Seorang ibu menyusui dalam kondisi hamil biasa dikenal dengan sebutan Al-Ghillah. .

Bahkan Rasulullah saw. juga pernah bersabda,

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ

“Sungguh, aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia dimana mereka melakukan giilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka.”

Melalui sabda Rasulullah saw. tadinya beliau sempat ragu dengan perbuatan gillah ini namun setelah melihat beberapa wanita di bangsa Persia dan Romawi tetap sehat meski melakukan hal tersebut. Agama Islam memperbolehkan ibu hamil menyusui dalam catatat kondisi sang ibu harus benar-benar sehat dan kuat.

Sedangkan hal serupa juga terjadi dalam dunia medis. Beberapa riset dalam dunia medis mengatakan jika menyusui dalam kondisi hamil masih tergolong aman dan tidak membahayakan kondisi janin selama si ibu mengkonsumsi makanan kaya akan nutrisi dan banyak minum air.

Baca Juga :

Sebab jika hal ini salah dilakukan, dapat menimbulkan beberapa masalah yang harus kita perhatikan seperti  :

1. Kontraksi rahim (sering di khawatirkan menjadi keguguran)

menyusui menyebabkan hormon oksitosin diproduksi, hormon ini akan menyebabkan kontraksi pada payudara dan rahim. Namun tingkat kontraksi dari hormon oksitosin ini tidak memiliki dampak yang terlalu besar pada rahim selama hamil, tidak sampai pada tingkatan bisa menyebabkan kelahiran bayi, kecuali jika waktu melahirkan sudah mendekati harinya atau ada hal-hal lain yang berpengaruh. Sebagai perbandingan, Kontraksi rahim saat berhubungan intim.  Hubungan ini akan menyebabkan rahim berkontraksi, namun tidak berpengaruh terhadap kehamilan.

Akan tetapi ada juga yang tidak tahan menahan kontraksi rahim akibat menyusui atau bahkan merasa nyeri, jika sampai keadaan seperti ini, maka sebaiknya menyusui dihentikan.

2. Khawatir kekurangan gizi

Ibu hamil sekaligus menyusui harus mendapat super ekstra asupan gizi. Asupan makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi dibutuhkan seorang ibu yang hamil dan menyusui, karena keadaan ini memang memerlukan tambahan tenaga. Gizi terutama kalsium, bisa meminum kalsium posfat 1-2x sehari dan vitamin kehamilan serta juga lebih sering memakan makanan alami.

3. ASI basi?

produksi ASI biasanya akan berkurang perlahan-lahan, karena semakin meningkatnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Rasa ASI bisa jadi berubah, bisa juga tidak dan bayi mungkin akan berhenti sendiri atau mengurangi menyusu atau menyapih dirinya sendiri. Tidak ada istilah ASI basi, karena selama berada di dalam tubuh, ASI tidak akan pernah basi.

Begitu juga keadaan payudara ibu, sensitifitasnya akan meningkat ketika hamil, sehingga terkadang sang ibu sudah mulai merasa geli , tidak nyaman atau nyeri ketika menyusui, maka ini juga perlu diperhatikan

4. Keadaan fisik dan psikis ibu

sang ibu pasti merasa lelah secara fisik dan psikis saat ini, belum lagi mual dan muntah karena kehamilan (morning sickness). Oleh karena itu perlu diperhatikan keadaan ibu, jika tidak memungkinkan maka jangan menyusui ketika hamil, lebih banyak beristirahat.

5. Tetap konsultasikan kepada dokter dan ahlinya

Walau kelihatan aman dan tidak terlalu berbahya, ibu hamil sambil menyusui tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebaiknya para bunda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter/bidan, jangan hanya mendengar perkataan orang atau perkataan orang lain. Karena Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda.

Mungkin ada pertimbangan kesehatan khusus, seperti riwayat keguguran yang sering, sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak, kontraksi rahim berlebihan ketika menyusui, atau keadaan yang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui!”[An-Nahl :  43]

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

 

 

Baca : Tingkatkan Tenaga dan Stamina Tubuh dengan Madu Ummi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *