Bahaya Menyusui Bayi ketika Ibu Mengantuk

Pos
Menjadi seorang ibu yang memiliki anak bayi memang perjuangan luar biasa. Menggendong, menggantikan popok, memandikan, dan terutama… Menyusui !
 
Kegiatan memberi asi atau menyusui menjadi makin berat karena bayi sering menagih asi di kala ibu sudah sangat mengantuk. Padahal sungguh berbahaya menyusui bayi saat mata dan otak sudah sangat lelah.
 
Bahkan tak sedikit bayi yang meninggal dunia karena adanya asi yang masuk ke paru-paru. Bagaimana bisa asi masuk ke paru-paru? Biasanya disebabkan lubang hidung bayi tertutup payudara ibu di saat sedang menyusui, dan hal ini sangat mungkin terjadi ketika sang ibu menyusui bayinya kala mengantuk berat.

Guna mencegah hal buruk terjadi, beberapa hal ini bisa kita lakukan jika bayi merengek minta disusui saat ibunda tengah mengantuk :

 
1. Jika asi sedang melimpah, yakni payudara terisi penuh, coba perahlah dulu dengan tangan atau pompa! Karena asi sering menyembur sendiri ketika sedang melimpah seperti ini, menyebabkan bayi kesulitan mengambil nafas saat sedang meneguk asi.
 
2. Jika kita bisa memerah atau memompa asi dengan jumlah banyak justru lebih bagus lagi, masukkan asi perah tersebut ke dalam botol, minta seseorang untuk memberi minum bayi dengan dot atau sendok plastik selagi ibunda beristirahat sejenak agar kantuk hilang.
 
3. Pastikan bayi tidak dalam keadaan dibedong, sehingga jika bayi merasa susah menelan dan ingin memberitahukan sang ibunda bahwa ia sudah cukup disusui, si kecil bisa memukul atau menendang-nendang dengan kakinya. Jika bayi dibedong, ia akan kesulitan meronta di kala ibu tertidur saat menyusuinya.
 

4. Sebelum menyusui, jika benar-benar mengantuk cobalah berwudhu terlebih dulu agar ibunda lebih fresh. Jangan sekali-kali menyusui bayi dalam kondisi ketiduran karena resikonya sangat berbahaya.

Baca Juga : Madu Ummi Nutrisi Sehat Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

 

 

Sumber : http://www.ummi-online.com/bahaya-menyusui-bayi-ketika-ibu-mengantuk.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *