Cara Memerah ASI

Pos

Bagaimana cara yang benar memerah ASI agar keluarnya banyak? Apakah harus menggunakan pompa?

Cara terbaik memerah ASI adalah dengan menggunakan tangan Ibu sendiri. Pompa yang banyak di pasaran itu, baik yang biasa atau elektronik, tetap tak mampu menandinginya. Sebab, bentuk pompa yang berkelok-kelok Akan sulit dibersihkan secara sempurna. Hal ini bisa memicu bakteri yang menyebabkan infeksi. Selain itu, cara kerja pompa dengan mekanisme vakum memiliki kemungkinan Akan menyumbat saluran ASI. Jadi, saya sarankan untuk menggunakan tangan sendiri.

Agar lebih efektif, sediakan alat yang diperlukan dan ikuti caranya berikut ini.

ALAT

1. Gelas bersih dengan lingkaran agak lebar

2. Botol/gelas plastik bening

3. Spidol tahan air

Baca Juga : Cara Melancarkan ASI

CARA

1. Minum segelas air hangat (misalnya air teh, air kacang hijau, atau air putih), lalu carilah tempat yang tenang.

2. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih.

3. Gunakan tiga jari untuk memerah, yaitu ibu jari, telunjuk dan jari tengah.

4. Letakkan ibu jari di daerah areola (bagian gelap sekitar puting), tepatnya di bagian atas puting. Sementara itu, letakkan dua jari lainnya di bawah puting.

5. Tekan areola, dengan agak menarik ke depan. Lalu arahkan puting menuju gelas hingga ASI yang keluar tertampung.

6. Usahakan agar irama memijat sama dengan irama saat bayi menyusu.

7. Setelah memerah sekitar 15 menit Dari setiap payudara, masukkan ASI ke botol/gelas plastik bening.

8. Cantumkan tanggal saat memerah pada gelas/botol dan simpan ASI di freezer. Dengan menyimpan di freezer, ASI bisa tahan hingga 6 bulan.

9. Untuk mencairkan ASI yang dingin atau beku, letakkan botol/gelas plastik berisi ASI tadi di dalam rantang air hangat.

10. Berikan ASI ini kepada bayi dengan menggunakan sendok. Penggunaan botol susu dan dot Akan membuat bayi cenderung menolak mengisap ASI lagi secara langsung. Sebab, bagi bayi, mengisap ASI Dari botol susu itu lebih mudah.

Patut diingat, proses ini perlu latihan. Untuk ibu bekerja, sebaiknya mulai menabung ASI sejak sebulan sebelum masuk kerja. Ketika berada di kantor Dari pukul 8 hingga 5 sore, usahakan agar dapat memerah ASI setidaknya 3 kali. Jika tidak diperah, maka ASI Akan kering dengan sendirinya. ASI berproduksi sesuai dengan jumlah isapan. makin sering diisap atau diperah, maka makin banyak produksinya.

sumber : ummi-online(DOT)com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *