HUKUM RUQYAH DALAM ISLAM

Hukum Ruqyah Dalam Islam

Secara umum, para ulama berpendapat bahwa ruqyah itu dilarang, kecuali ruqyah syariah.

Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya ruqyah (mantera), tamimah (jimat) dan tiwalah (pelet) adalah kemusyrikan.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Ruqyah yang dibolehkan dalam islam adalah ruqyah yang bacaannya menggunakan ayat-ayat Al Quran. Di ambil dari Fathul Majid , Imam As Suyuthi berkata:

Ruqyah boleh dilakukan apabila memenuhi 3 syarat:

  1. Bacaan ruqyah memakai ayat-ayat Al Quran atau nama dan sifat Alloh Ta’ala.
  2. Bacaan ruqyah memakai bahasa Arab atau yang memiliki makna.
  3. Meyakini bahwasanya ruqyah bisa berpengaruh karena izin dari Alloh, buka karena bacaan-bacaannya.

Berikut ini, kriteria-kriteria ruqyah syariah sesuai ajaran islam:

  1. Bacaan ruqyah memakai Ayat Al Quran, doa yang syari atau yang tidak bertentangan dengan doa yang diajarkan.
  2. Memakai bahasa Arab, kecuali jika tidak bisa.
  3. Tidak menjadikan ruqyah sebagai ketergantungan, karena ruqyah hanyalah sebab.
  4. Isi ruqyah jelas maknanya.
  5. Tidak boleh mengandung doa dan harapan kepada selain Alloh (mialnya kepada syetan dan jin).
  6. Tidak boleh mengandung kata-kata yang diharamkan, contohnya celaan.
  7. Tidak memberi syarat kepada orang yang diruqyah. (fatawal ‘Ulama fii’Ilaajus Sihr wal Mass wal’ain wal Jaan, hal.310)

Dengan mengetahui kriteria-kriteria di atas, seharusnya kita tahu bagaimana melakukan ruqyah yang benar sesuai dengan ajran Islam. Jika praktek ruqyah di dalamnya menyimpang satu dari tujuh kriteria di atas, maka jelas ruqyah tersebut haram untuk dilakukan. https://islamedia.web.id/hukum-ruqyah-dalam-islam/

DAPATKAN DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *