Mempersungguh Di 10 Malam Ramadhan Yang Akhir

 

assalamu’alaikum warahmatullah wabarokaatuh

alhamdulillah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kita sudah mulai memasuki 10 malam yang akhir, dimana saat 10 malam yang akhir ini Nabi muhammad SAW lebih mengepolkan dan lebih menyemangatkan diri untuk beribadah, bahkan beliau melaksanakan i’tikaf disetiap malamnya.

apa itu i’tikaf ??

I’tikaf artinya berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah.

mengapa beliau menambah semangat ibadahnya disaat 10 malam yang akhir ini bahkan beliau melaksanakan i’tikaf di setiap malamnya ??
karena beliau bersabda :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

iya.. beliau mempersungguh mencari  lailatul qodr, karena keutamaan lailatul qodr tertera dalam Alqur’an.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” [Al-Qadar : 1-5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” [Ad-Dukhan : 3-6]

karena keutamaan yang luar biasa itulah beliau mempersungguh mencari lailatul qodr, bahkan beliau sampai rela i’tikaf di 10 malam yang akhir ini untuk mendapatkan malam tersebut.

mengapa Nabi Muhammad masih mencari lailatul qodr  tersebut??

bahwa diriwayatkan dalam hadits, beliau sbelumnya sudah diwahyukan oleh allah kapan tepatnya lailatul qodr  itu terjadi tetapi karena suara berisik dan beliau dilupakan kapan tepatnya lailatul qodr terjadi. yang beliau ingat adalah bahwa lailatul qodr terjadi berada diantara 10 malam yang akhir.

selain kita akan mendapatkan keutamaan lailatul qodr, dengan kita melaksanakan i’tikaf kita akan mendapatkan pahala belipat, karena dengan i’tikaf kita dapat melakukan berbagai macam ibadah, seperti

  • Membaca Alqur’an (1 huruf 10 kebaikan)

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

  • Melaksanakan sholat malam dan tahajjud

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

dan di sunnahkan ketika mencari malam lailatul qodr untuk membaca doa lailatul qodr

diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata : “Aku bertanya, “Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku” (Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah, sanadnya Shahih)

Dengan banyaknya keutamaan yang trdapat pada bulan Ramadhan khususnya di 10 malam yang akhir ini, marilah kita “fastabiqulkhoirot” belomba dalam menggapai kebaikan.


walaupun kita mengejar banyak pahala di bulan Ramadhan jangan sampai kita melupakan Kesehatan kita.
untuk menjaga kesehatan dalam beribadah kita bisa mengkonsumsi MADU, HABBATUSSAUDA DLL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *