Mengapa Ibu Menyusui Harus Banyak Makan?

Pos

Saat menyusui kita Akan sering mendengar anjuran untuk banyak makan karena kita makan untuk dua orang sekaligus. Benarkah harus banyak makan? yang tadinya hanya makan satu porsi, ketika kita sedang menyusui haruskah makan dua porsi bahkan lebih? kalau nanti gemuk bagaimana?

Padahal masa pasca persalinan adalah masa untuk menurunkan berat badan setelah kenaikan berat badan yang cukup drastis saat masa kehamilan. Kekhawatiran ini tak jarang menjadikan banyak Dari Persian kita yang ragu untuk menyusui buah hati tercinta dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada susu formula sebagai pengganti ASI. Sayang sekali kan sahabat Ummi? ASI yang begitu berharga dan istimewa terbuang sia-sia.

Sahabat Ummi saat menyusui bukan berarti harus banyak makan, namun harus makan makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Karena bila kebutuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kkal/hari, seorang busui membutuhkan sekitar 2700 kkal di mana 500 – 700 kkal itu dibutuhkan untuk biosintesis ASI. Hal ini membuat pola makan ibu menyusui akan berubah. Biasanya busui (bunda menyusui) cepat merasa lapar sehingga menambah porsi dan intensitas makan. Namun demikian hal ini hanya untuk menunjang kesehatan dan kebugaran busui. Karena segera setelah makanan itu dikonsumsi Akan diproses dan menjadi ASI yang siap dikonsumsi oleh si kecil sehingga sahabat Ummi tak perlu khawatir Akan gemuk karenanya.

Baca juga: 7 Makanan Agar ASI Melimpah

Bahkan dengan memberikan ASI eksklusif bagi si kecil busui Akan mudah menurunkan berat badan. Karena pasokan lemak yang tersimpan selama ibu hamil Akan diproses menjadi ASI dan dihisap oleh si kecil. So… sahabat Ummi jangan takut untuk menambah porsi makan saat menyusui. Jangan sampai kita mengalami gizi buruk karena takut gemuk. Gizi buruk pada busui Akan mempengaruhi kesehatan diri pribadi dan juga mengganggu tumbuh kembang si kecil di mana ia masih sangat membutuhkan ASI dari ibunya.

Membuat berat badan ideal, ini juga penting. Menurut pakar kesehatan Debra Krummel, PhD., RD; seorang profesor dari University of Chincinnati Departemen of Nutrition, jika setelah melahirkan busui tidak segera memperhatikan penurunan berat badan, hal itu bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas dalam waktu 15-20 tahun ke depan. Namun demikian, proses penurunan berat badan tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Sahabat Ummi harus sabar menjalani prosesnya. Penambahan berat badan selama hamil membutuhkan waktu 9 bulan, jadi sebaiknya paling tidak diperlukan waktu yang sama untuk mengembalikannya pada kondisi semula.

Menyusui dan merawat si kecil sendiri bisa membantu sahabat Ummi untuk membakar kalori, dan Akan semakin efektif ketika diimbangi dengan olahraga teratur. Untuk melakukannya kita tak perlu pergi ke gym. Kita bisa melakukannya sendiri di rumah dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Seperti mengajak si kecil jalan-jalan keliling sekitar, itu sudah melakukan olahraga ’jalan kaki’. Menurut Dr. Sadoso Sumosardjuno; dokter spesialis olahraga, jalan kaki adalah olahraga ideal untuk menurunkan berat badan karena dapat meningkatkan penggunaan kalori, mengendalikan nafsu makan dan membakar lemak.

So… buat sahabat Ummi yang menyusui, jangan takut menambah intensitas makan ya. yang lebih penting lagi makan makanan bergizi. Ini demi kebaikan dan kesehatan sahabat Ummi dan si kecil.

Semoga bermanfaat.

sumber : ummi-online(dot)com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *